−My Labyrint Love−
Begitu masuk di kelas sebelas bahasa waktu itu aku langsung merasa hommy karena ini yang aku inginkan sejak dulu, menjadi diriku yang sebenarnya. Yap, sebelas bahasa emang jauh sejak dulu terkenal sebagai kelasnya para pemalas, pecundang, sucker dan orang-orang bodoh lain yang nggak ketrima di jurusan ilmu alam ataupun sosial. Justru itu aku senang, saat itu aku emang suck banget. aku bego dalam pelajaran Kimia dan Akuntansi karena −like what I said− aku suck waktu itu.
aku mulai jadi rebel waktu kelas sepuluh, aku nggak pernah mau konsen pelajaran, malas. Maka itu aku nggak bisa atau nggak mau tahu apa itu Kimia dan Akuntansi yang saat itu pertama kali diajarkan waktu kelas sepuluh. Sebenarnya kalo aku mau, aku bisa masuk jurusan IPA atau IPS karena nilaiku udah cukup bagus walaupun jauh merosot dibanding nilai semester satu, apalagi aku dapet urutan empat besar waktu seleksi masuk SMA. Tapi, ya itu tadi, aku memilih jurusan bahasa buat menghindari Kimia dan Akuntansi, selain itu aku emang berminat ma pelajaran Bahasa Inggris.
Sebenarnya aku nggak bodoh-bodoh amat. Bahkan aku selalu masuk tiga besar pas SD dan SMP. Satu hal kecil mengubahku. Menjadikanku enggan menyandang status anak pintar. Kalo aku bisa aku mau jadi orang bodoh aja. aku terlalu tahu jawaban dan resiko dari tindakanku, hidupku terasa membosankan menjadi orang pintar. Aku pengen menjalani hidup dengan perasaan penasaran dan terkejut. Kalo aku bodoh, aku nggak gampang sakit hati. Kalo aku bodoh, aku nggak bakal ambil pusing atas apa yang terjadi. Kalo aku bodoh, orang tuaku nggak bakal terus menuntutku untuk sempurna.
Walaupun beberapa guru menyebalkan, tapi aku senang bisa masuk dalam Keluarga Bahasa. Anak-anaknya gokil semua, kayak mini Indonesia aja, semua bermacam-macam. Mulai dari anak-anak pemalas dan nggak punya gairah belajar sampe anak-anak pendiam dan pinter yang serius belajar. Semua ada di kelasku! Bisa dibilang hampir tiap hari aku dapat penghiburan di kelas, mungkin keadaan akan lain kalo aku masuk jurusan IPA atau IPS, aku bisa depresi, haha.
Adalah seorang cowok di kelasku yang bisa dibilang good looking. Badannya tinggi, kulitnya putih, dan dia lumayan keren, beda dengan yang lain. Yang aku suka dari ia, panggil aja Arga, ia itu ngocol abis, gokil segokilnya. Kelihatannya bagi Arga, hidup itu sederhana dan nggak perlu dipikir pusing. Tingkahnya juga unik, selalu membuat tertawa seisi kelas termasuk para guru meskipun kadang joke yang ia lontarkan udah basi. Dari dia aku belajar untuk nggak terlalu serius mikirin hidup.
-bersambung-
Monday, December 7, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment
please leave polite comments